Raja Yeonsangun
Raja Yeonsangun, atau yang dikenal sebagai Raja Yeonsan, merupakan salah satu sosok paling kontroversial dalam sejarah Dinasti Joseon, Korea. Dengan gelar raja ke-10, dia memerintah dari tahun 1494 hingga 1506. Meskipun dikenal sebagai raja yang cerdas dan berbakat, reputasinya tercoreng oleh kebijakan tiraninya yang brutal.
Yeonsangun lahir pada tahun 1476 sebagai putra tertua Raja Seongjong dan istri keduanya, Nyonya Yoon. Ia kerap dianggap seorang diktator yang paling buruk dari Dinasti Joseon, terkenal dengan melancarkan dua pembersihan berdarah atas bangsawan Seonbi. Ia juga menawan seribu wanita dari berbagai provinsi untuk dijadikan penghibur istana, dan membentuk Seonggyungwan balai belajar sebagai tempat hiburan pribadi.
Pemerintahannya yang penuh dengan paranoid, kekerasan, dan pembantaian berakar dari satu peristiwa tragis yang membentuk hidupnya: kematian misterius ibundanya, Ratu Yun. Ibunya dipaksa minum racun dan meninggal dalam pengasingan setelah difitnah melakukan perbuatan serong dan menunjukkan rasa cemburu yang ekstrem terhadap selir lain.
Kematian ibunya memiliki dampak besar pada Yeonsangun, membuatnya menjadi seorang raja yang kejam dan tiran. Ia membalas dendam dengan kejam, membunuh para pejabat yang terlibat dalam kematian ibunya, bahkan yang sudah meninggal dengan menggali kuburan mereka dan membuang tulang belulangnya.
Pada tahun 1506, sekelompok pejabat dan jenderal melancarkan kudeta yang berhasil, menggulingkan Yeonsangun dan menggantikannya dengan saudara tirinya, Pangeran Jinseong. Yeonsangun diturunkan pangkatnya menjadi pangeran dan diasingkan ke Pulau Ganghwa, di mana ia meninggal beberapa minggu kemudian.
Komentar
Posting Komentar